Pergeseran Pariwisata Inbound China dari Belanja Barang ke Membeli Pengalaman

Pergeseran Pariwisata Inbound China dari Belanja Barang ke Membeli Pengalaman
Sejumlah wisatawan asing mengunjungi Kawasan Tua Qilou di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan, pada 9 Mei 2026

CHINA-BEIJING, Businesseconomicshub.com – Wisatawan internasional di China kini tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas belanja tradisional, tetapi mulai mencari pengalaman budaya dan gaya hidup yang lebih imersif, menurut laporan wadah pemikir (think tank) Xinhua yang dirilis pada Jumat (26/6/2026).

Laporan tersebut, yang berjudul “Berbelanja di China: Berbagi Peluang Baru dalam Pembangunan Terbuka” (Shopping in China: Sharing New Opportunities of Open Development), dirilis oleh Xinhua Institute, sebuah wadah pemikir yang berafiliasi dengan Kantor Berita Xinhua.

“Konsumsi pariwisata budaya yang imersif telah menjadi tren baru di kalangan wisatawan mancanegara,” tutur dalam laporan tersebut. Wisatawan internasional kini “melengkapi aktivitas konsumsi mereka melalui partisipasi imersif” dalam berbagai kegiatan seperti mengenakan pakaian tradisional Hanfu, menikmati upacara minum teh, serta menjajal kaligrafi dan seni lukis.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa pergeseran ini mengubah kegiatan berbelanja “menjadi sebuah perjalanan yang sarat dengan pengalaman budaya China imersif,” beralih dari “mengunjungi objek wisata dengan terburu-buru” menjadi “mencari pengalaman mendalam,” serta dari “itinerari standar” menjadi “layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan.”

Laporan tersebut menyoroti bahwa pengalaman wisata budaya yang imersif “telah menjadi tren baru yang dicari oleh wisatawan mancanegara, di mana mereka menikmati kuliner lokal dan berbelanja sembari bertamasya, guna sepenuhnya menyelami pesona unik dari kehidupan perkotaan yang ramai dan berpadu dengan budaya tradisional.” (*)