Mengapa Presiden Prabowo Mempertaruhkan Kepemimpinan Dengan Tetap Menjalankan MBG ? Chek Fakta Simulasi Rp 1 Triliun Per Hari: Ke Mana Uang Rakyat Mengalir?

Mengapa Presiden Prabowo Mempertaruhkan Kepemimpinan Dengan Tetap Menjalankan MBG ? Chek Fakta Simulasi Rp 1 Triliun Per Hari: Ke Mana Uang Rakyat Mengalir?

KOLOM PEMBACA, Businesseconomicshub.com – ​Salah satu komentar di media sosial Bu Guru terasa sangat menyesakkan: “Bagaimana perasaan Bu Guru jika berada di posisi guru honorer yang sudah mengabdi 15 tahun tapi dirumahkan karena daerah kurang anggaran, sementara uang dialokasikan untuk mengangkat relawan gizi baru (SPPG)?”

​Intinya: kok uang untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) ada, tapi untuk guru honorer Pemerintah seolah tutup mata?

Ok, kita mulai :

Menariknya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak membenci MBG. Beliau justru melihat program ini sebagai instrumen penyelamat likuiditas di sistem perekonomian.

​Bagi Purbaya, MBG adalah stimulus sektor riil yang paling jujur. Daripada 30% APBN hangus dikorupsi atau menguap di anggaran seremoni, lebih baik diputar untuk memberi makan rakyat.

Next … Beliau dan humas kenegaraan memang tak pernah secara gamblang menjelaskan, itu lah mengapa sebagian besar rakyat menggoblok2 an Presiden nya hari ini dengan mempertaruhkan kepemimpinan, dan menyuruh rakyat sabar kalau mau ganti hingga 2029. Hampir 60 % TS Bu Guru terkait ini penuh caci maki, ngatain Buzer atau bilang nggak peka dengan kondisi rakyat.

Bu Guru nggak berhenti Up logika ini. Up literasi, up logika presisi dan tumbangkan fikiran 2 penuh kebencian , caci maki, sumpah serapah. Santai aja bro, sist …kalian tetap di lindungi negara, walau sumpah serapah mu bikin nyesek di dada …

Ok we chek it out Mengapa pemerintah Ngoyo MBG lanjut ? Ini Simulasi Rp 1 Triliun Per Hari: Ke Mana Uang Rakyat Mengalir?

​Sahabat, kita bedah aliran Rp 1 triliun per hari ini secara rinci agar terlihat di mana Multiplier Effect (efek pengganda) itu bekerja:

1. ​Kantong Pangan (± Rp 667 Miliar): Darah untuk Petani & Peternak
Uang ini membeli bahan baku dengan target (TARGET!, JIKA ADA YG NAKAL ITU YANG DI PERBAIKI) wajib 85% produk lokal. Setiap subuh, Rp 667 miliar mengalir ke pasar tradisional untuk menyerap jutaan ton beras, telur, ayam, dan sayur. Ini menciptakan Captive Market (pasar pasti) bagi petani desa yang selama ini sering merugi karena harga jatuh saat panen raya.

Nah ..dibagian ini ada fakta yg sahabat perlu ketahui juga : Data Bappenas dan FAO mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kerugian sistemik akibat food loss and waste sebesar Rp213 triliun hingga Rp551 triliun per tahun jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) dicanangkan, yang dipicu oleh ketiadaan fasilitas penyimpanan (cold storage) dan hukum pasar yang menjatuhkan harga saat panen raya. Artinya selama ini saat panen raya, negara rugi senilai pembiayaan MBG, ingat nggak bawang brebes di buang2 ini. Tomat dan komoditi lain dibuang2 jika panen raya dst dst.

Program MBG hadir sebagai solusi strategis melalui penciptaan captive market yang menyerap pangan lokal secara terukur dan terjadwal melalui puluhan ribu satuan pelayanan (SPPG), sehingga mampu memotong rantai tengkulak dan menyeimbangkan pasokan melalui diversifikasi menu dinamis. Dengan mekanisme ini, potensi pangan yang sebelumnya terbuang sia-sia diubah menjadi asupan gizi bagi siswa sekaligus meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) demi mewujudkan kedaulatan pangan yang lebih kokoh)

So Guys …dari pemanfaatan ini saja, tanpa harus keluarkan 300 T, pemerintah sedang usahakan penyelamatan food loss sekitar 200 sd 500 T!.

​Kantong Upah Lokal (± Rp 200 Miliar): Juru Masak & Tenaga Desa

Uang ini menggaji 1,5 juta tenaga kerja (juru masak, logistik, pengawas). Daya beli 1,5 juta orang ini terjaga; mereka kini bisa belanja di warung tetangga dan membayar cicilan, membuat ekonomi mikro desa “mendidih” kembali.

​Kantong Fasilitas & Investasi (± Rp 133 Miliar): Pemilik Dapur

Angka 6 juta per hari per dapur adalah Biaya Kesiapsiagaan. Uang ini untuk perawatan standar tinggi (listrik, air, kebersihan) karena dapur dibangun dengan investasi mandiri mitra (~2 miliar per titik). Negara hanya membayar jasa agar fasilitas gizi nasional tetap prima. WALAU DI BAGIAN INI, BU GURU PAHAM COMPLAIN MASYARAKAT PEMILIK SPPG HANYA ORANG2 KAYA. Nggak terlihat sila ke 5 nya disini, yang kaya tambah kaya.

​Menjawab Luka Hati: Komplain Buah Impor dan Makanan Pabrikan

​Sahabat, Bu Guru sepakat, kualitas menu harus kita kawal! Jangan sampai misi mulia ini dirusak oknum.

​Sanksi Tegas: Juknis BGN melarang keras buah impor dan makanan ultra-proses (UPF). Per Maret 2026, 1.251 SPPG telah dijatuhi sanksi dan 1.030 SPPG dibekukan (suspend) karena menyajikan menu tak sesuai standar atau korupsi bahan baku.

​Dilema Susu: Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan susu bukan menu wajib jika tidak ada sumber lokal. Lebih baik diganti protein lain daripada memaksakan susu impor yang hanya menguras devisa.

​Logika Mikro (Pedagang):

Ibarat pedagang, modal Rp 1 triliun ini tidak hilang. Ia berputar dari saku pemerintah ke petani, lalu kembali lagi lewat pajak konsumsi dan produktivitas anak. Makanya pemerintah bilang MBG itu investasi jangka panjang. Siklus ekonominya muter terus.

​Logika Makro & Risiko Krismon:

Jika MBG disetop hari ini, daya beli 1,5 juta pekerja dan jutaan petani akan lenyap/berkurang drastis seketika. Ini bisa memicu spiral deflasi yang sangat berbahaya menuju depresi ekonomi, persis pemicu kehancuran moneter 1998.
Mengapa? Karna bakal memicu Laju pertumbuhan ekonomi di bawah 5% , terus memicu capital outflow (penarikan modal asing) karena instabilitas pasar… boom… prediksi Prof. Ferry Latuhihin akan terbukti: nilai tukar Rupiah terdepresiasi.
​Lihat bagaimana sentimen negatif sedikit saja menciptakan instabilitas makro? Itulah alasan Purbaya mendukung penuh Prabowo; memastikan keberlanjutan MBG sebagai stimulus konsumsi guna mencegah spiral deflasi dan kontraksi ekonomi.”
Kalau masih ngeyel …ya UDAH …STOP MBG NYA PAK PUR …NAIKKAN BBM !

Sayangnya, hasilnya sama aja..spiral deflasi dan kontraksi ekonomi juga terjadi. Modal asing di tarik dst dst…

Alaah Bu Guru …banyak makanan mubazir …tengkulak yg untung dst dst
(Itu yg akan di rapikan dg KopDes merah putih, truk India di impor biar cepat mengangkut hasil tani rakyat agar tak dikuasai tengkulak)
Bagian ini hitung2 an ekonomi nya percayain aja lah ke Pak Pur ! Nanti Bu Guru buat TS khusus tentang KopDes ini.

Lagian tanpa MBG, food loss juga nilainya ratusan trilyun. Masih kecil nilainya dari yang terbuang karena MBG nggak enak. Logika awam Bu Guru juga begini kemarin2 , saat tak investigasi ekonomi makro nya. Karena merasa aneh kok orang sehebat Prabowo dan Purbaya pikirannya dangkal, makanya Bu Guru research. Common guys ..se cerdas apa sih kita dibanding mereka ? Pleease , I beg ..jangan sok pintar…isin atuh ku batur! Logika cetek dah bisa begok 2 in mereka.

TAPI HAL INI BU GURU SEPAKAT , MENU YANG TIDAK SESUAI DAN BIKIN MUBAZIR HARUS DI PERHATIKAN DAN DIPERBAIKI BGN

​Menjawab Luka Hati Honorer P3K.

​Luka guru honorer di daerah (seperti Alor/NTT yang digaji 300 ribu) memang nyata. Namun secara teknis, gaji pegawai SPPG berasal dari Pusat (DIPA BGN), sedangkan guru daerah bergantung pada APBD. Masalahnya bukan MBG “mencuri” uang guru, tapi ketidakmampuan birokrasi daerah membersihkan kebocoran 30% dan kegagalan menentukan prioritas di tengah krisis.

Jangan liat ke pemerintah pusat aja dong. Lihat daerah mu!. Kalau mau berkaca lihat KDM. Dijamin 30 % nggak ada kebocoran, karena jalanan nya sampai ke pelosok desa bagus.

Ini sebuah false dilemma (dilema semu). Kita butuh keduanya. Namun, secara prioritas ekonomi saat ini, pemerintah sedang berupaya menjaga agar “mesin ekonomi” tidak mati total.

​Jika konsumsi domestik lewat MBG ini berhenti, pertumbuhan ekonomi bisa jatuh ke bawah 5%, terjadi capital outflow, Rupiah terdepresiasi, dan inflasi pangan melonjak. Jika itu terjadi, gaji yang diterima guru honorer yang sudah sedikit itu pun tidak akan ada harganya karena daya beli yang hancur.

NAMUN , BAGAIMANAPUN PLEASE PAK Prabowo Subianto , Selesaikan polemik nasib guru honor ini. Bagaimanapun caranya Pak ..Agar tak ada lagi kejomplangan dan sesak di dada yang bisa di perdebatkan
.

Mengapa Presiden Prabowo Mempertaruhkan Kepemimpinan Dengan Tetap Menjalankan MBG ? Chek Fakta Simulasi Rp 1 Triliun Per Hari: Ke Mana Uang Rakyat Mengalir?

​Closing:

​Pemerintah dikelilingi profesor ekonomi yang paham bahwa menghentikan motor MBG saat krisis energi adalah bunuh diri ekonomi.
Apalagi menaikan harga BBM. Tidak jadi sekolah daring saja entah bagaimana siklus ekonomi nya. Yang pasti semakin berdarah2 pemerintah mengabsorb kenaikan BBM dunia lewat APBN. Kita doakan dan percayakan yang terbaik!

Menurut Sahabat, apakah lebih baik uang negara “dibakar” di knalpot agar kita bisa terus bepergian dengan ego, dan hentikan roda ekonomi saking bencinya dengan MBG ?

Yuuk bantu pemerintah dengan nggak keluyuran kemana2 kalau nilai ekonomisnya nggak ada. Tahan diri dikit …

​Mari berdiskusi dengan logika, bukan emosi.

Salam Sayang Literasi Numerasi IPolEkSosBudHanKamNas
​Bu Guru💕.

 

 

(*)