UFO Files Dirilis, Astronot Apollo Bongkar Ada Makhluk Asing di Bulan

UFO Files Dirilis, Astronot Apollo Bongkar Ada Makhluk Asing di Bulan

AS, Businesseconomicshub.com – Departemen Perang Amerika Serikat (AS) akhirnya merilis UFO Files yang selama ini dinantikan. Dokumen tersebut mengungkap berbagai kesaksian mengejutkan mengenai fenomena tak terjelaskan yang dialami para astronot selama misi Bulan Apollo.

UFO Files, yang dirilis pada Jumat (8/5/2026) itu, menampilkan ratusan halaman dokumen, gambar, dan rekaman audio yang diklaim berisi bukti penampakan objek misterius sejak era 1940-an.

Dalam kumpulan dokumen yang disebut sebagai gelombang pertama UFO Files dari Pentagon tahun ini, terdapat transkrip misi Apollo 12 dan Apollo 17 yang menjadi sorotan utama.

Dokumen tersebut, bersama sejumlah foto yang diambil para astronot di permukaan Bulan, memperlihatkan laporan tentang benda-benda aneh yang tampak bergerak mengelilingi modul pendaratan mereka.

Pada misi Apollo 17 tahun 1972, astronot Gene Cernan, Jack Schmitt, dan Ron Evans melaporkan melihat objek terang yang berputar dan bergerak secara ritmis di luar angkasa.

“Saya sedang melihat apa yang Jack bicarakan, dan itu jelas bukan partikel yang berada di dekat kami. Ada partikel lain yang bisa saya lihat sehingga saya dapat membuat perbandingan tiga dimensi,” ujar Gene Cernan dalam UFO Files, yang dikutip dari DailyMail, Senin (11/5/2026).

“Ini adalah objek yang terang, dan jelas berputar karena berkedip. Objek itu berada jauh di kejauhan, seperti yang saya katakan, karena ada partikel lain yang lebih dekat dan jelas bukan salah satunya,” imbuhnya.

Cernan juga menjelaskan objek tersebut tampak bergerak dengan pola tertentu.

“Objek itu tampaknya berputar dengan cara yang sangat berirama karena kilatannya muncul hampir dalam interval waktu yang tepat. Saat kami melihat kembali ke arah Bumi, posisinya sekitar pukul 11, mungkin sejauh 10 hingga 12 diameter Bumi. Saya tidak tahu apakah itu berguna bagi Anda, tetapi memang ada sesuatu di luar sana,” jelas Cernan.

Awak Apollo 17 Melihat Fragmen Terang di Dekat Pesawat

Selama proses pendaratan Bulan pada 1972, yang menjadi terakhir kalinya manusia National Aeronautics and Space Administration (NASA) menginjak permukaan Bulan, awak Apollo 17 juga melaporkan adanya benda-benda kecil bergerak di dekat pesawat ruang angkasa mereka.

“Sekarang kami memiliki beberapa partikel atau fragmen yang sangat terang, atau sesuatu yang melayang saat kami bermanuver,” kata astronot Ron Evans kepada pusat komando di Bumi.

Jack Schmitt turut menggambarkan fenomena tersebut, “Ada satu kumpulan besar di jendela saya di bawah sana, sangat terang. Tampaknya seperti perayaan empat Juli di luar jendela Ron”.

“Ya. Sekarang Anda bisa melihat beberapa bentuknya. Mereka terlihat sangat bergerigi, seperti fragmen bersudut yang sedang berjatuhan,” Evans kembali melaporkan.

Dokumen transkrip menunjukkan fenomena tersebut muncul sesaat setelah para astronot menyalakan pendorong untuk mengubah arah pesawat. Para kru mulai melihat partikel terang dan pecahan berbentuk sudut bergerigi melayang melewati jendela kapsul.

Jack Schmitt bahkan menggambarkan pemandangan itu seperti jendela empat Juli, dengan potongan-potongan besar bercahaya yang bergerak perlahan di sekitar kapsul.

Para astronot juga mendeskripsikan objek-objek tersebut sebagai benda padat, bukan cairan, sangat terang, dan sebagian besar bergerak mengikuti arah pesawat ruang angkasa. Namun, beberapa objek terlihat melesat lebih cepat dibanding yang lain. Ron Evans disebut turut mengambil foto dari fenomena tersebut.

Apollo 12 Juga Melaporkan Penampakan Aneh

Tiga tahun sebelumnya, misi Apollo 12 pada 1969 juga melaporkan kejadian misterius ketika mendekati permukaan Bulan. Saat menggunakan teleskop khusus bernama Alignment Optical Telescope untuk mengamati bagian gelap langit, salah satu astronot modul Bulan melaporkan melihat kilatan cahaya dan partikel yang melintas dengan cepat.

Tiga awak misi tersebut, Pete Conrad dan Alan Bean di modul pendaratan Bulan Intrepid, serta Dick Gordon di modul komando Yankee Clipper, mengatakan benda-benda itu tampaknya berasal dari belakang pesawat sebelum bergerak menjauh ke luar angkasa.

“Mereka benar-benar keluar dari sini dan langsung menuju bintang-bintang,” ungkap Alan Bean.

Beberapa gambar dari misi Apollo 12 yang turut dirilis dalam UFO Files juga memperlihatkan objek terang di luar angkasa yang terlihat dari permukaan Bulan.

Sekretaris Pers NASA Bethany Stevens mengeluarkan pernyataan resmi terkait perilisan dokumen tersebut.

“NASA mendukung penuh arahan Presiden Trump untuk menghadirkan transparansi yang lebih besar kepada rakyat Amerika terkait fenomena anomali tak dikenal atau UAP,” kata Stevens.

“NASA turut berkontribusi dalam upaya antarlembaga yang dipimpin Departemen Perang dan Kantor Resolusi Anomali Seluruh Domain (AARO). Kami mendukung upaya mereka untuk membagikan lebih banyak informasi kepada publik,” tambahnya.

Ia juga menegaskan NASA tetap melanjutkan misi eksplorasi luar angkasa.

“NASA akan terus menjalankan misi kami untuk mengeksplorasi dan menemukan, sekaligus memperluas pemahaman manusia tentang planet ini dan alam semesta di sekitar kita,” tutup Stevens.

Perilisan UFO Files ini kembali memicu perdebatan global mengenai keberadaan fenomena misterius di luar angkasa yang selama puluhan tahun menjadi teka-teki.

Transkrip percakapan astronot, foto-foto dari misi Apollo, hingga rekaman laporan objek bercahaya di sekitar pesawat ruang angkasa membuat publik semakin penasaran terhadap fakta yang selama ini tersimpan.

Dengan dibukanya berbagai dokumen rahasia tersebut, banyak pihak menilai UFO Files bisa menjadi awal dari pengungkapan lebih besar terkait fenomena anomali tak dikenal yang pernah disaksikan langsung oleh astronot NASA. (*)